Wednesday, July 15, 2009

Surat Untuk si Kecil

Hai Hee Jao kecil,

Apa kabarmu? Kamu sehat di sana?

Mungkin kamu bingung siapa aku. Aku adalah salah satu teman ibumu. Panggil aku Neva. Maaf kalau aku tiba-tiba mengirim surat padamu, tetapi ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan dalam surat ini.

Kalau kamu sempat, tolong kabari ibumu. Ia sedang dirundung murung. Ia pasti senang mendengar bahwa bahwa kamu sudah senang di tempat mu sekarang. Dan walaupun terpisah jauh dari ibumu, kamu dalam perlindungan dan perawatan yang terbaik.

Tolong tenangkan hatinya yang sedang gundah, agar ia tidak perlu menyesali segala yang terjadi. Karena semua terjadi atas rencanaNya. Perlu ia pahami bahwa segala rencanaNya adalah yang terbaik untuk dirimu dan ibumu tercinta.

Telepon dan ajaklah ibumu berdoa, untuk memohon ampunan pada Tuhan agar ia berhenti menyalahkan diri sendiri. Semoga Tuhan bisa menyentuh dan membuka pintu hati ibumu agar ia bisa menerima kejadian-kejadian yang harus ia alami. Oya, jangan lupakan bapakmu. Hendaknya kalian juga mendoakannya agar ia baik-baik saja. Ibumu memang orang yang keras, namun aku yakin ia pasti mendengarkanmu, karena kamu anaknya tersayang.

Ingatkan juga ibumu supaya ia mengisi hari-harinya dengang kegiatan yang berguna dan posistif. Menggali potensi diri serta menjadi orang yang lebih baik.

Kurasa itu saja yang harus kusampaikan saat ini. Aku akan menulis surat untukmu di kemudian hari.

Jaga dirimu dan jangan terlalu lama main hujan, ya!




Salam peluk,


Neva


[23 April 2009]

1 comment:

scipio said...

great letter :D